Kekuasaan Islam
Periode Tengah (Abad Pertengahan)
A.
Kerajaan
Turki Usmani
Sejarah Islam
sekarang telah berjalan lebih dari empat belas abad lamanya. Sebagaimana halnya
sejarah setiap umat, sejarah Islam pun mengalami pasang surut. Satu di antara
beberapa sejarah peradaban Islam yang cukup menarik untuk bahan kajian ilmiah,
yaitu masa pertengahan khususnya pada abad ke-17, karena pada abad tersebut
terdapat tiga kerajaan besar, yaitu Kerajaan Turki Usmani di Turki, Kerajaan
Syafawi di Persia, Kerajaan Mughal di India (Dedi Supriadi, 2008: 248).Pendiri kerajaan
ini adalah bangsa Turki dari kabilah Oghus
yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina. Dalam jangka waktu
kira-kira tiga abad, mereka pindah ke Turkistan kemudian Persia dan Irak.
Mereka masuk Islam sekitar abad kesembilan atau abad kesepuluh. Penguasa
pertama adalah Usman yang disebut dengan Usman I (Samsul Munir Amin, 2009:
194-195). Peradaban Islam
di Turki Sejak masa Usman bin Artaghol (1299-1326 M), yang dianggap Pembina
pertama Kerajaan Turki Usmani ini dengan nama imperium Ottoman, timbullah
kemajuan dalam berbagai bidang agama Islam. Kerajaan Turki ini memberikan
pengaruh cukup baik dalam bidang agama Islam ke Eropa. Beberapa peradaban di Turki Usmani adalah sebagai berikut:1. Bidang
Pemerintahan dan Militer
2. Bidang
Ilmu Pengetahuan
3. Bidang
Kebudayaan
4. Bidang
Keagamaan
Menurut Dr.
Badri yatim, M.A. Kemunduran Turki Usmani ini terjadi akibat beberapa factor di
antaranya sebagai berikut:1. Wilayah
kekuasaan yang sangat luas
2. Kelmahan
para penguasa
3. Budaya
korupsi
4. Pembrontakan
tentara Yenisseri
5. Merosotnya
perekonomian (Samsul Munir amin, 2009: 200-209).
Setelah
hancurnya Baghdad di tangan kemandirian mereka dalam membangun kekuasaanya
sendiri, seperti yang dilakukan oleh Turki Usmani (1281-1924 M). bahkan
pengaruh dinasti tersebutt menjangkau wilayah yang sangat luas, termasuk Eropa
Timur, Asia Kecil, Asia Tengah, Timur Tengah, Mesir, dan Afrika Utara. Dengan
demikian luas wilayah Turki Usmani pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni mencakup
Asia kecil, Armenia, Irak, Syiria, Hijaz dan Yaman di Asia , Mesir, Libia,
Tunis dan Aljazair di afrika, Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria,
dan Rumania di Eropa. Budaya yang paling menonjol dalam kerajaan Turki Usmani
adalah dalam bidang arsiktektur bangunan, syair-syair, karya-karya sastra, dan
hasil keindahan-keindahan lainnya (Samsul Munir amin, 2009: 195-203).
B.
Kerajaan
Syafawi (Persia)
Kerajaan Syafawi
ini berdiri pada tahun 1503-1722 M. kerajaan ini berasal dari sebuah gerakan
terekat yang berdiri di Ardabil, sebuah kota di Azerbaijan. Di Persia muncul
suatu dinasti yang kemudian merupakan suatu kerajaan besar di dunia Islam.
Dinasti ini berasal dari seorang sufi Syekh Ishak Saiuddin dari Ardabil di
AzarbaijanKondisi politik
dan sosial kerajaan Syafawi ini mulai bangkit kembali setelah Abbas naik tahta
dari tahun 1587-1629 dan dia menata administrasi Negara dengan cara yang lebih
baik. Langkah-langkah yang ditempuh oleh Abbas dalam rangka memulihkan politik
Kerajaan Syafawi adalah:a. Mengadakan
pembenahan administrasi dengan cara pengaturan dan pengontrolan dari pusat
b. Permindahan
ibu kota ke Isfahan
c. Mengadakan
perjanjian damai dengan Turki Usmani (Dedi Supriadi, 2008: 253-255).
Adapun peradaban
dinasti Syafawi ini sebagai salah satu dari tiga kerajaan besar, dinasti ini
mencapai puncak kemajuan yang cukup berarti. Beberapa kemajuan tersebut anatara
lain:a. Bidang
Ilmu Pengetahuan
b. Bidang
Ekonomi
c. Bidang
Arsitektur
d. Bidang
Kesenian
e. Dan
Bidang Tarekat (Samsul Munir Amin, 2009: 191-192).
Kerajaan
Syafawi ini pada masa pemerintahan Abbas Agung mencapai kebesarannnya yaitu
daerahnya meluas sampai ke Tibliz, Syrwan, Irak, sampai ke Balakh dan Merv di
sebelah Timu (Musyrifah Susanto, 2003: 250).Di
bidang seni, kemajuan tampak begitu jelas gaya arsitektur bangunannya, benruk
kerajinan tangan, kerajinan karpet, seni lukis, pakaian, dan lain-lain. Factor
penyebab kemunduran dinasti Syafawi ini adalah karna factor kemerosotan moral
para pemimpin kerajaan dan konflik yang berkepanjangan dengan kerajaan Turki
Usmani. Kerajaan Syafawi ini mundur pada masa pemerintahan Syafi Mirza karna
pada masa itu rakyat cendrung masa bodoh dan mereka sudah banyak memperoleh
penindasan dari Syafi Mirza (Dedi Supriadi, 2008: 256).
C.
Kerajaan
Mughal (India)
Kerajaan
Mughal berdiri seperempat abad sesudah berdirinya Kerajaan Syafawi. Kekuasaan
Islam di wilayah India terjadi pada khalifah Al-Walid dari Dinasti Bani Umayah.
Kerajaan Mughal didirikan oleh Zahiruddin Babur, salah satu dari cucu Timur
Lenk, kerajaan ini memiliki sultan-sultan yang Besar dan terkenal pada abad
ke-17. Adapun nama-nama Sultan-sultan yang besar dan terkenal pada abad ke-17
yaitu, Sultan Akbar (1556-1606), Sultan Jengahir (1606-1627) dengan permaisurinya
Nurjannah, Syah Jehan (1628-1658), dan Aurangzeb (1659-1707) (Dedi Supriadi,
2009: 261).Kekuasaan
Kerajaan Mughal ini meliputi daerah India, Pakistan, Bangladesh dan Kasmir.
Agama kerajaaan Mughal adalah agama Hindu, selain sebagai agama sekaligus sebagai
budaya dan kebangsaan. Oleh karena itu, penyebaran agama islam ini sampai ke
India sehingga mendirikan suatu daulah yang merupakan suatu usaha dan toleransi
besar yang pernah dilakukan oleh umat Islam di anak benua itu. Kerajaan Mughal
berjalan selama 330 tahun (1527-1857). Sultan Akbar membentuk suatu bahasa yang
dipergunakan untuk mempersatukan seluruh bangsa yang ada di bawah kekuasaanya
selain itu juga Sultan berhasil memajukan kerajaan Mughal dengan cara
mendamaikan golongan Islam dan golongan Hindu, yang merendahkan perselisihan
yang tiada hentinya, memakmurkan rakyatnya dengan menghilangkan segala pajak,
serta memperbesar perdangangan dengan luar negeri (Musyrifah Susanto, 2003:
251-253).Kondisi
Politik dan Sosial Kerajaan Mughal adalah tidak ada kekerasan yang terjadi pada
masa itu karna Sultan Akbar banyak menyatu dengan rakyat sehingga rakyat sangat
simapati kepadanya serta kehidupan sosialnya masyarakat saling tolong menolong,
hormat menghormati serta senantiasa menjunjung tinggi toleransi. Sebelum Sultan
Akbar menjadi Sulta pemerintahan di kerajaan Mughal ini banyak Amir-amir dan Sultan-sultan
Islam berkuasa di daerahnya sendiri dengan sewenang-wenangnya bersama dengan
para maharaja Brahmana, berkat Sultan Akbar semuanya berubah, pemerintahan
tidak dipegangnya sendiri, akan tetapi diadakannya menteri-menteri.Sedangkan
kondisi pengetahuan dan seni di Kerajaan Mughal ini mengalami kemajuan pada
abad ke-17 dalam bidang pengetahuan, seni, dan budaya. Di bidang pengetahuan
kebahasaan Sultan Akbar telah menjadikan tiga bahasa sebagai bahasa nasional,
yaitu bahasa Arab sebagai bahasa agama, bahasa Turki sebagai bahasa bangsawan,
dan bahasa Persia sebagai bahasa istana dan kesusastraan. Karya seni yang
paling menonjol adalah karya sastra gubahan penyair istana, baik yang berbahasa
Persia maupun berbahasa India. Dan gedung-gedung sejarah yang ditingalkan pada
abad ke-17 ini adala Tajmahal di Aqra, Benteng Merah, Jama Masjid,
Istana-istana, dan gedung-gedung pemerintahan di Delhi (Dedi Supriadi, 2008,
261-263).
Casino Roll
BalasHapusCasino Roll offers a 100% up to $100 welcome bonus for new 리드 벳 players. Casino Roll offers a unique casino experience and you can 토토커뮤니티 play slots on 토토 사이트 추천 desktop and mobile! Rating: 룰렛 확률 4.1 · 6 votes bet